Senin, 09 Januari 2017

Is love



Tatapan mata itu terasa begitu
menusuk hati
Bahasa kalbunya melumpuhkan
seribu kata
Senyuman manisnya merayuku tuk
selalu mengenangnya
Hanya aku terbawanya keruang
cinta

Tak ragu aku saat ingat kerlingan
matanya
Sentuhan hangat tangannya
tergenggam
Pelukan erat tak kan terlepas
Tapi hati tak bisa berdusta,
waktu membisu saksinya
Bahwa kelingking yang pernah
berjanji kini telah berlari

Datang dan pergi begitu saja
Bukan itu inginku!!!
Kau menyelinap hilang
Lenyap bersama senyum tawamu
Tanpa meninggalkan berkas
bayangnya
Sedetik tatapan pamit tak
kujumpai

Seketika cinta tak lagi memiliki
garis bertepi
Hilang batas terperangkap rindu
dalam kesunyian
Jangan memperpanjang
harapan, jika bukan aku
pelabuhanmu
Aku menangis bukan karena
sesuatu yang berakhir, tapi aku
bahagia karena sesuatu hal
pernah terjadi

                                                By : (Novi Rianti Asta Ningrum)

Dimana Jogjamu?



Judul diatas memang sekilas terdengar aneh ditelinga, mengapa? Pasalnya kita tidak perlu mencari Jogja itu ada dimana karena sebagian besar penduduk Indonesia pasti tahu Jogja berada dimana. Namun disini penulis ingin mengajak pembaca untuk berfikir sejenak mengenai apa yang dimaksut dengan judul diatas?
Daerah Istimewa Yogyakarta adalah salah satu daerah yang setingkat Provinsi di Indonesia yang memiliki daya tarik luar biasa bagi para wisatawan. Dan bukan hanya wisatawan yang berbondong-bondong untuk datang ke Jogja, sebutan akrabnya, banyak juga pelajar dari luar Jogja yang memburu Jogja sebagai tempat mereka menimba ilmu. Dengan berbagai latar belakang. Ada yang memilih Jogja karena ikut-ikutan dan adajuga yang memilih Jogja karena bersungguh-sungguh ingin menjadi pribadi yang unggul. Yang memiliki value.
Lebih dari 20 perguruan tinggi berdiri di Yogyakarta empat diantaranya merupakan Perguruan Tinggi Negeri dan yang lainnya perguruan tinggi swasta. Dari sekian banyaknya perguruan tinggi menghasilkan sumber daya manusia yang berbeda-beda. Tidak semua perguruan tinggi yang dianggap baik mampu menciptakan bibit-bibit unggul seperti yang diharapkan, namun tidak jarang juga bibit-bibit unggul tumbuh dari sana. Sebagai kota pelajar sebutannya, tentunya Jogja memberikan sesuatu yang sangat berbeda bagi para Mahasiswa khususnya yang berasal dari luar Jogja.
Bagi mereka yang berasal dari luar Jogja mengharapkan dengan kuliah di Jogja mampu merubah mereka dari yang tadinya tidak tahu menjadi tahu. Dan semua itu memang benar terjadi ketika kita melanjutkan study di Jogja. Dengan berbagai budaya yang berbeda-beda dan juga dengan sarana-prasarana yang lengkap Jogja memudahkan pelajar khususnya Mahasiswa untuk mencari informasi. Tidak sedikit lulusan Yogyakarta yang sekarang menjadi orang-orang hebat. Beberapa Menteri dalam Kabinet kerja Kepresidenan merupakan alumni dari Yogyakarta. Bahkan Presiden kita yang sekarang juga merupakan alumni Jogja. Memang tidak sedikit yang berhasil, namun yang gagal juga tidak sedikit. Pertanyaannya, mana yang akan kita pilih? Berhasil atau gagal? Berapa uang yang sudah dikeluarkan orangtua kita selama kita menjadi Mahasiswa?
Semua tahu jawabannya pasti akan memilih untuk berhasil. Siapa sih yang mau rugi? Namun kembali muncul pertanyaan, apa yang sudah kita lakukan untuk mendapatkan keberhasilan kita dimasadepan? Sekarang pasti banyak yang berfikir, oh iya-ya.
Inilah realitanya, banyak sekali Mahasiswa yang berharap setelah menjadi Sarjana maka akan mendapatkan pekerjaan dengan posisi yang bagus dan gajinya besar. Namun mereka lupa bagaimana cara untuk mendapatkan semua itu. Semuanya membutuhkan proses. Jika menginginkan berhasil maka seharusnya kita, sebagai Mahasiswa merubah cara pandang kita. Tidak melulu terpaku dengan nikmatnya dunia maya sehingga melupakan masadepan. Berusaha untuk tidak membebani orangtua merupakan hal yang sangat langka pada kalangan Mahasiswa. Jogja memberikan segalanya yang kita butuhkan. Seharusnya kita bisa memanfaatkan ilmu yang disediakan oleh Kota Yogyakarta untuk menunjang masadepan kita.
Ingin bekerja diperusahaan besar? Bagaimana dengan value kita? Apa kita mampu untuk bekerja diperusahaan tersebut dengan kualitas biasa-biasa saja? Tentunya tidak begitu.
Bagaimana cara meningkatkan value kita sehingga setelah lulus menjadi Sarjana ada perusahaan yang tertarik dengan dengan kita, tentunya ada banyak hal yang harus dilakukan sebagai seorang Mahasiswa. Kita harus mengacu pada value diri kita sendiri. Kita harus tahu, tantangan terbesar kita yang sesungguhnya bukan saat kita masih berstatus Mahasiswa, namun tantangan sesungguhnya itu setelah kita menyandang gelar Sarjana. Untuk itu, value sangat dibutuhkan guna mendongkrak kualitas kita, karena pada saat mencari pekerjaan bukan hanya dari Jogja pesaing kita, namun dari seluruh Nusantara akan tergabung menjadi satu dan menjadi pesaing kita. Jika kita tidak memiliki value yang dijadikan acuan perusahaan untuk merekomendasi kita apa yang akan terjadi? Banyak sekali kemungkinan.
Tidak ada salahnya menghilangkan kebiasaan-kebiasaan yang sekiranya tidak terlalu bermanfaat. Gunakan kemajuan tegnologi dan semartfone canggih kita untuk mengakses hal-hal yang mampu menunjang keberhasilan kita daripada sekedar exis di media social hanya karena mengikuti tren. Cobalah untuk mencari tambahan ilmu diluar institusi kampus, karena disanalah letak ilmu yang sesungguhnya. Misalnya dengan mengikuti seminar-seminar baik nasional maupun internasional, darisanalah wawasan kita akan semakin luas dan pikiran kita akan terbuka lebar.


Description: D:\my foto\calais\WIN_20151013_234753.JPG
 



                                         
Nama                                 : Wiwit Sugiarto
Status                                : Mahasiswa S1 Manajemen di Universitas
                                             Tegnologi Yogyakarta
Alamat Tinggal                  : Kutu Patran RT. 03 RW. 14 Sinduadi Mlati,
                                             Sleman, Yogyakarta.
Tempat/Tanggal Lahir       : Balai Murni Jaya, 28 mei 1994
Email                                 : abangsugi123@gmail.com
HP                                     : 082227635276
Blog                                   : Inspiratif  Ales
Rekening                            : 060501006821539









Minggu, 01 Januari 2017

Mantanku Berubah

Gue udah lama nih gak nulis. Gak baca buku juga. Maklum, tugas kuliah yang bikin gue harus membagi waktu. Yahhh, sebenarnya memang tidak harus ada sih alasan untuk sebuah hobi, tapi mau gimana lagi, kuliah juga penting.
Jari-jari gue rasanya kaku semua udah lama gak gue pake nari-nari diatas keyboard leptop butut ini. Tapi tenang, gue akan berusaha untuk menjaga konsistensi. Gue akan berkomitmen.
Hahhaaa...... Yak, gue mau cerita dikit tentang apa yang telah gue alami beberapa minggu ini. Selama gue ngilang dari peredaran tentunya.
Seminggu yang lalu gue ketemu ama cewek. Gue gak sengaja jumpa lagi dengan dia disuatu tempat yang bernama Bioskop. Ketemu lagi? Berati sebelumnya udah pernah ketemu?
Yaps, bener banget! Gue emang udah pernah ketemu ama dia, bahkan kami sering banget ketemu. Tapi dulu. Setelah dia mendeklarasikan untuk putus dari gue, sejak itulah kami jarang banget ketemu. Iya, dia adalah MANTAN PACAR gue. Salah satu mantan yang udah bikin gue galau semalaman di dalam kamar gak nafsu makan gak nafsu boker. Sumpah!
Namanya anggap aja Ciway. Si Ciway ini juga kuliah di Jogja, tapi beda kampus. Katanya sih kampus dia lebih elit daripada kampus gue. Yah, katanya. Lama banget gue gak ketemu dia. Giliran ketemu dia udah berubah. Dia sekarang cantik banget. Cowoknya juga ganteng banget. Serasi. Gak kayak dulu pas lagi pacaran ama gue, jalan bareng aja ngumpet-ngumpet karena takut ketauan Satpol PP terus gue kena razia. Parah banget? Banget!
Si doy jalan ama pacarnya. Entah cowok yang keberapa. Yang pasti gue yakin dia bukan cowok terakhirnya. Ada yang aneh dengan dia. Dia yang berhijab kini udah gak berhijab lagi. Dulu dia yang gak pake behel, kini giginya penuh dengan kawat-kawat gak penting yang bisa bikin karatan itu. Dulu yang ramah sekarang jadi sombong banget. Bahkan salaman sama gue aja tangannya buru-buru ditarik terus di foging, takut kena bakteri. Dulu yang pakaiannya tertutup kini jadi terbuka udah kayak konser outdor. Pokoknya perubahannya dimana gue negatiflah. Gak tau dah dimana kalian.
Gue heran aja, apa yang udah ngebuat dia kayak gitu. Membuang sisi positifnya dan mengambil sisi negatifnya. Padahal kalo dilihat kebelakang dia bukan termasuk orang dengan latar belakang seperti itu. Gue tau banget gimana kondisi keluarganya di kampung sana. Tapi kenapa sekarang berubah?
Yah, hanya dia dan Allah yang tahu. Menurut gue sih karena efek kekota-kotaan dan akhirnya justru membuat dia masuk ke dalam jajaran manusia dengan ahklak rendah. Gue kaget banget.
Lah, kalo dia ngajak balikan gimana? Mau gak?
Hah? Ngajak balikan?
Iya? Gimana?
Gue sih.... Ya, gue sih mau-mau aja kalo dia yang ngajak.
Lah, katanya udah gak baik kayak dulu? Tapi kok masih mau?
Ya habis gue gak tahan ngeliat paha dia yang putih itu. Apalagi itunya sekarang gede banget. Huhhhh.... Bikin Abang gak tahan adeekk.

Selasa, 13 Desember 2016

Asap Oh Asap



Hello gayeeesss....... Ketemu lagi dengan gue, penulis yang bukunya gak terbit-terbit. Siapa lagi kalau bukan si manusia Laki kolaburasi Perempuan yaitu Wiwit Sugiarto. Oke, ini artikel lama gue yang dulu pernah gue post di blog gue yang satunya. Karena sekarang gue lagi meriang alias merindukan kasih sayang jadi gue gak ada ide buat nulis, yah, gue post aja dech artikel ini. Kalo yang belum pernah baca kan pasti belum tau. Ini curhatan gue. Eh, semua artikel gue memang tentang curahan hati gue. Bego!
Yaudah, nih buat kalian.
Gays, sory ya akhir-akhir ini gue jarang aktif untuk menuh-menuhin beranda kalian. Gue lagi galau gays. Lo tau lah apa galau itu. Itu tuh, yang kalo kata anak jaman sekarang sedang terjadi Kontraversi Hati. Oh, itu bukan kata anak zaman sekarang to? Terus kata siapa? Oh, iya gue tau. Benar kok, itu kata Viky Prasetyo. Eh, sory, gak boleh nyebut merek atau nama, jadi di sensor aja ya, hikhiiikkkhikk....
Kenapa gue galau? Biasa lah, anak kuliahan. Apa lagi coba masalahnya? Cewek? Ah, sotoy lu pada. Mana mungkin gue galau karena cewek, Laku juga kagak. Yah, kalau sanak sodara ada yang mau ama gue, boleh lah dikenalin.#Promosi
Masalah galau gue bukan karena cewek gays, tapi karena ekonomi yang semakin menipis. Tipisnya Iman tak separah Tipisnya ekonomi gays. Dalam artian disini adalah uang bulanan. Sumpah gays, gue mau komplen nih ama si ASAP. Yes, ASAP! Gara-gara dia tuh uang bulanan gue jadi dikurangi. Katanya sih, akibat kabut asap pendapatan Bokap berkurang. Entah apa hubungannya PNS ama kabut asap. Mungkin gajih PNS di potong gitu ya akibat Expor kabut asap yang mengalami Inflasi? Atau karena banyaknya retur dari Negara tetangga jadi merugi Negara? Atau hanya akal-akalan Bokap aja karena setiap minggu gue minta duit terus?
Andai di Indonesia memiliki Iron Man gays, pasti tak ada lagi expor Asap ke Negara tetangga. Tak ada penyakit Kispa. Tak ada libur sekolah dan tak ada pengurangan uang bulanan. Sayang gays, Iron Man enggan untuk menginjakkan kakinya di tanah Indonesia. Wah, bisa jadi itu. Bener juga. Jangan-jangan dia takut sama Wiro Sableng atau sama Mak Lampir? Ah, sepertinya dia takut ama Kalagondang, heheeee....
Sedikit pesan gue untuk para petinggi Negara yang berdasi di atas sana: Kami ingin masalah kabut asap segera dituntaskan. Semakin lama akan semakin menyengsarakan rakyat Indonesia, bukan hanya di Pekan Baru dan sekitarnya. Jangan saling menghindar. Tangani dan tuntaskan, cari OKNUM yang bertanggung jawab akibat musibah yang merugikan ini. Gue yakin, pasti ada dalang di balik layar.
Cuma itu pesen gue. Jika ada yang baca alhamdulilah, jika tidak biar Allah yang baca. Terimakasih Ya-Allah sudah membaca pesanku ini. 

Minggu, 11 Desember 2016

Pacaran Salah Tempat

Yups, ini adalah hari senin. Hari ini gue libur kuliah dan rasanya itu uuueenak banget. Kalian juga pasti ngerasain hal yang sama. Kalo iya berati kita sehati. Ciieeee.....
Yups, libur dari kuliah yang semakin bikin stres itu rasanya udah kayak dapet THR di Hari Raya. Menyenangkan. Kalo aja boleh gue bakalan merahin semua tanggalan yang ada di kalender rumah gue itu biar libur dah setiap hari. Enak banget memang libur terus. Kalo pengen libur terus mah, ya mati aja!
Enak kali punya pacar?
Ah, tapi kayaknya gak enak deh punya pacar. Coba, aapa enaknya punya pacar tapi gak punya duit. Ujung-ujungnya pacarannya salah tempat. Kayak hari ini aja nih. Aneh, masak di telkom yang biasanya digunain buat internetan, belajar, ato ngerjain tugas, ini malah digunain buat pacaran. Romantis, tapi percumah kalo gak tau tempat.
Yahhh, gue sih tau mungkin maksut si doy ini biar bisa hebat. Yah, gak buang duit banyak tapi bisa pacaran keluar rumah kos. Udah panas banget, pacaran di telkom ruang terbuka gersang. Masih mending ruang terbuka hijau. Huhhhh... dasar ABG jaman sekarang. Eh, mahasiswa jaman sekarang deng. Eh, bukan-bukan, tapi mahasiswa yang paacaran tapi duit masih minta sama orang tua.

Sabtu, 10 Desember 2016

MALMING GARING

Hummm.... Gak kerasa udah ketemu aja ama malam minggu, padahal rasanya baru aja kemarin gue gagal jalan ama gebetan, ni dah datang lagi malam minggu. Malam minggu ini garing banget. sumpah! Jalanan macet, duit juga seret, kondisi perut lagi mampet, cewek, gak ada yang mau nyambet. Ngenest!
Gue gak tau apa yang salah gue ato sohip-sohip gue yang super kampret itu. Mereka sering banget gonta-ganti cewek, ngakunya "PLAYBOY", tapi sih gue yakin mereka itu cuma "BOCIN" aja. Alias budak cinta. Gue yakin tucewek-cewek gak mungkin tulus jalan ama sohip gue itu. Apalagi tampang ceweknya cantik-cantik, sedangkan cowoknya jelek banget.
Iri? Eiittsss.... stop! Jangan pada ngomongin gue iri, buat apa iri? Gue juga masih punya harga diri kaliiii.....
Gue heran aja gitu, mereka bangga banget kalo udah gonta-ganti cewek, padahal mah mereka sering gonta-ganti dan mereka juga seringdepresi. depresi karena apa? Karena isi dompet mereka udah gak cukup lagi buat beli nasi. Habis buat nlaktir tu cewek-cewek di restorant yang bukan produk ASLI. Alias IMPOR.
Hihhhh... tuh, duit kiriman dari rumah buat sebulan habis hanya dalam waktu seminggu. Hanya karena cewek aja kok ya sampe nyusahin diri sendiri.
Lo boleh gays gonta-ganti cewek, tapi tolonglah, lihat kondisi perekonomian juga. jangan asal jalan, dapet cewek, buat pamer, terus sesumbar mendeklarasikan sebagai "PLAYBOY". Kasihan! Gue yakin dirumah juga pada pusing tu nyari duit buat biaya kuliah sama biaya makan lo.
Mending gue, gak JOMBLO dan gak SINGGLE, gue cuma lagi SOLO KARIR aja. Gue pengin nanti gue jadi orang yang sukses. Kalo gue udah jadi orang kaya, mudah aja gue dapet cewek. Gue tinggal maen kerumah lo bawa Mobil Mewah, terus cewek lo liat, dan dia bakalan bilang "GUE MENDING SAMA COWOK ITU AJA, YANG PASTI MASADEPANNYA".
Nah, mau gimana?
Cewek juga butuh masadepan yang jelas Bro. Gak cuma modal tampang sama modal uang sekarang. Tapi kebahagiaan untuk masadepan.
Hahahahahaaa..... wkwkwkwkwkwkk........

Kamis, 08 Desember 2016

KORBAN TABRAK LARI

males banget mau ngepost. mau nulis juga males banget. padahal banyak banget ide dikepala gue, tapi rasanya susah banget buat dituangin dalam bentuk tulisan. bawaannya males mulu. yah, ginilah kalo penulis amatiran, masih suka bermasalah dengan dirinya sendiri. suka bosen dan suka ngelus. padahal tempat ngeluh itu ke Allah, bukan ke blog kayak gini, tapi gpp deh, semoga Allah baca keluhan gue dan beliau membantu gue untuk meningkatkan mud gue buat nulis lagi.
kalo misalnya Allah belum baca, berati gue yang harus sadar diri dan merubah sifat buruk gue. tentunya kalo pengin sukses. kalo gak pengin sih silahkan aja berkutat dengan dunia kemalasan itu. monoton.
gays, sebelum gue menutup artikel ini gue mau cerita dulu tentang kejadian yang gue alami kemarin malam. sumpah, gue tau harus gimana, tapi yang jelas gue bakal mengutuk si penabrak kucing yang gak bertanggung jawab itu. semoga dia gak jadi korban tabrak lari aja kayak apa yang udah dia lakuin ama tu kucing.
kemarin, sepulang gue dari kampus, gak sengaja gue lewat di jalan belakang kampus UGM, dan ternyata kebetulan juga disana gue melihat seekor kucing hitam putih tengah terkapar tak berdaya ditengah jalan dengan darah yang terus keluar dari telinga dan juga mulutnya. kasihat banget, gak ada yang mau ngambil buat ditaro dipinggir jalan ato gimana. manusia-manusia itu justru cuek tak perduli dengan kucing itu. yah, mungkin menurut mereka itu hanyalah binatang biasa yang gak perlu buat diistimewaain, tapi kan tetep aja dia itu mahkluk hidup.
kasihan tau, darahnya banyak banget ngalir dijalan. luka luarnya sih gak parah, tapi luka dalamnya parah banget. darahnya ampe gak berhenti mengalir. gue emang nakal, gue emang petakilan, tapi sumpah, ngeliat yang begituan bikin gue gak tahan. gue bawa pulang kucing itu dengan harapan kalo memang dia meninggal gue bisa langsung ngrus proses pemakamannya. segala macam cara gue lakuin buat dia hidup termasuk nutupi tubuhnya dengan daun talas. mitosnya sih bisa ngidupin hewan yang udah mau mati. tapi sumpah, bener adanya, sampe sekarang tu kucing masih hidup meskipun gak tau deh gue, kasihan banget. dia kayaknya stres banget. sampe sekarang dia belum bisa makan. mulurnya bengkak, yang dia bisa cuma terdiam seolah ingin berkata, "ambil saja nyawaku Tuhan".
gue doain moga kucing itu bisa sehat kembali kalo misalnya ada harapan untuk hidup. tapi kalo gak ada harapan lagi gue minta sama Allah buat mempercepat kematiannya biar dia gak kesiksa kayak gitu. kasihan banget gue ngeliatnya. gak tega. sumpah, dia kesiksa banget.
buat lo yang udah NABRAK dan gak tanggung JAWAB, moga lo inget, kalo hewan juga mahkluk hidup sama dengan lo.